PANDANSARI(3/14). Pada masa kepemimpinan raja Mataram sekitar tahun 1700-an Kerajan Mataram kemasukan berandal ( musuh ) yang sangat hebat, karena hebatnya musuh yang mengganggu ketentraman kerajan Mataram sehingga banyak raja-raja Mataram ( Wong Agung ) yang lari dari Kerajan Mataram. Tujuan dan arahnya jelas tidak menentu ( langlang buana ), salah satunya lari kewilayah yang sekarang dikenal dengan Desa Pandansari. Konon ceritanya yang masuk desa Pandansari bernama Syarif Hidayah alias Joko Teguh. Pada saat Syarif Hidayah alias Joko Teguh masuk ke Desa Pandansari keadaannya masih alas ( Hutan ) Gunung Liwang liwung ( HUtan Rimba ) banyak hewan buas dan pohon besar tumbuhan berduri dan yang paling luas adalah pohon pandan.

Setelah menempati bertahun-tahun Syarif Hidayah alias JUoko Teguh mengolah tanah menjadi lahan pertanian, tanaman-tanaman pertanian yang ditanam antara lain polo pendem ( tanman yang buahnya didalam tanah),polo gumantung ( tanaman yang buahnya menggantung ). Karena banyaknya tanaman yang ditanam menghasilkan buah dan bisa dikonsumsi oleh manusia dan tanaman tersebut ditanam di bumi maka hasil buah disebut Sari Bumi. Wilayah terluas adalah hutan pandan tanahnya diolah diambil sarinya maka pada saat itu Syarif Hidayah alias Joko Teguh berucap suatu saat tanah ini akan diberi nama Hutan Pandan Sari Bumi dengan sebutan PANDANSARI. Dari berbagai sumber yang didapat bahwa keberadaan sebuah bangunan yang berada dibukit ( Gunung ) Pandansari adalah bukan sebuh makam walaupun bentuk dan keberadaannya menyerupai makam.

Bukit ( Gunung ) Pandansari pada jaman Kerajaan Majapahit adalah salah satu tempat yang digunakan untuk peristirahatan yang dilakukan oleh Wong Agung Mataram. Sehingga sampi saat ini oleh masyarakat diyakini sebagi tempat yang Magis. Apabila masyarakat melakukan jiarah ke Gunung Pandansari sepulangnya mengadakan ritual selamatan dengan berbagi macam seperti giling pitu, gecok pitik, crancam terong, tegean kelor ( sayur bening daun kelor ). Menurut cerita bahwa selamatan ituadalah makanan yang dahulu sering dihidangkan pada saat Wong Agung Mataram singgah di Wilayah Pandansari. Tempat yang sama selain Gunung Pandansari adalah Makam Wuluh. Makam ini berada diwilayah Pandansari sebelah selatan dekat perbatasan dengan desa Kejawang. Makam ini juga diyakini oleh masyarakat setempat sebagai makam yang magis walaupun makam sekitarnya masih digunakan sebagai makam umum.

Keyakinan masyarakat apabila melakukan jiarah kemakm Wuluh juga akan mengadakn selamatan yang sama ketika melakukan jiarah ke Gunung Pandansari. Makam-makam ini akan ramai pada bulan-bulan tertentu seperti bulan Syura dan bulan Syaban. Karena hampir seluruh masyarakat mengadakan acara-acara selamatan baik yang dilakukan secara berkelompok maupun secara perorangan,sehingga sebagian masyarakat mengatakan bahwa bulan Syaban dan bulan Syura pada kalender jawa disebut dengan bulan kenduri ( selamatan ). Keyakinan ini sudah ada sejak jaman nenek moyang danterus turun temurun sampi sekarang. Selain dua tempat diatas masih banyak tempat-tempat yang dianggap magis oleh masyarakat setempat seperti Sombro yang berada didekat wilayah Krenceng sebelah timur, Bledug yang ada diwilwyah kemuning dan masih banyak tempat lainnya.

Ditulis Oleh :Operator Pandansari
Pada : 30 April 2014 17:20:39 WIB

Komentar Artikel Terkait

yugo
08 Agustus 2017 01:14:49 WIB

Berkata, iyoge beke gerti

suripto hamengkurat
20 Desember 2016 07:31:44 WIB

Berkata, Assalamualaikum wr wb ,yth admin ,critanya bagus dn bisa djadikan referensi ,skdr mnmbhkan ,jadi tmpat persinggahan ataupun makam wong agung ktika kta berdoa dan menghrapkn kbrkhan insyaallah terkabul,jdi tdak ush pda bngung,ktika ada orang besar,sholeh,dan kita yakini dia orang yang mlbihi kita dan mulia kita hrapkan kberkhnnya mllui ritual trun tmurun mnrt saya bagus ,yang pntg mash dalam batas syariat. Semoga desa tercinta ini slu aman,gemah ripah loh jinawi.amiin

Novi Ariyanti
15 Mei 2016 12:17:02 WIB

Berkata, artikelnya keren. semoga sejarah ini bisa sangat bermanfaat bagi kita terutama bagi warga pandansari seperti saya ini :) terimakasih #sidandang-karang

Depi
24 April 2015 19:17:58 WIB

Berkata, Idiiih..jangan 2 inyong masih kturun prabu mataram

Benkro
22 Maret 2015 00:52:58 WIB

Berkata, Gunung Pandansari itu dikenal oleh org setempat dan desa sekitar bukan bukit. Tolong di jelaskan luas desa Pandansari terdiri dari berapa dusun dan terbentuknya desa dan lurah pertamanya siapa,sudah berapa lurah & jangan lupa biodata Lurah dijelaskan juga. Demi anak cucu. Karna Alam ini bukan warisan nenek moyang tapi titipan anak cucu kita(babeh idin)

Bagas Dwi Andika
26 September 2014 22:53:30 WIB

Berkata, Ini adalah sebuah cerita sejarah asal usul desa pandansari yg sangat bagus yg saya yakin untuk kebanyakan orang belum tau termasuk saya sendiri baru mengetahui sekarang ini,

pemdes pandansari
11 Mei 2014 12:22:24 WIB

Berkata, Terima kasih untuk saranya akan kami perbaiki lagi dalam penyusunan RPJMDes tahun depan, dan kami harapkan naskah berupa tulisan sehingga bisa di masukan di dokumen desa (RPJMDes 2015-2020)

Bolot
11 Mei 2014 03:01:36 WIB

Berkata, Di artikel tersebut diatas tadi, mungkin bisa ditambahkan: 1. Asal-usul (sdh ada) 2. Kekayaan Budaya Desa 3. Kakayaan Hayati dan ESDM Desa Terima kasih maaf ini hanya saran demi kebaikan desa.

bolot
11 Mei 2014 02:55:13 WIB

Berkata, Untk artikel yang bagus, mungkin banyak sebagian warga pandansari yg belum tahu asal-usul nama desa Pandansari termasuk saya sendiri. Tapi mungkin alangkah baiknya kalau disetai nama nara sumbernya.....

cah mbilung
10 Mei 2014 23:46:18 WIB

Berkata, Nah itu dia ,yg slama ni jadi tanda tanya kenapa itu bukan makam ko di kasih batu nisan

cah mbilung
10 Mei 2014 23:19:07 WIB

Berkata, Nah itu dia yg jadi pertanyaan, kenapa bukan makam ko dibikinin batu nisan/kijing

Post Komentar :


Nama
Alamat Email
Komentar